KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang meriah pada periode 10-15 April 2026 di lapangan utama kampus dan auditorium seni. Acara yang diiringi semangat tinggi ribuan mahasiswa ini menjadi platform apresiasi terhadap pengembangan bakat dan karakter melalui aktivitas ekstrakurikuler di lingkungan akademik.
Kegiatan berlangsung di bawah koordinasi Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, bekerja sama dengan Rektorat, Dekanat Fakultas, dan berbagai organisasi mahasiswa. Festival yang dihadiri lebih dari 2.500 mahasiswa ini menampilkan berbagai cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, modern, dan pameran budaya lokal yang mencerminkan kekayaan Sulawesi Tenggara.
### Momentum Apresiasi Talenta Mahasiswa
Direktur Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Suwantoro, S.E., M.B.A., menyatakan bahwa festival ini dirancang untuk memberikan ruang ekspresi dan pengembangan potensi diri mahasiswa di luar kegiatan akademik formal. “Kami percaya bahwa pendidikan holistik tidak hanya tentang nilai akademis, tetapi juga pengembangan soft skills melalui kegiatan seni dan olahraga. Festival ini adalah bukti komitmen kami terhadap pemberdayaan generasi muda Indonesia,” ujar Bambang dalam acara pembukaan pada Jumat pagi, 10 April 2026.
Lebih lanjut, Direktur Unit Informasi Beasiswa menambahkan bahwa peran unit dalam mengorganisir kegiatan ini sejalan dengan misi memberikan informasi lengkap tentang peluang beasiswa dan pengembangan mahasiswa berprestasi. “Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki potensi lebih besar untuk mendapatkan beasiswa, baik dari universitas maupun dari institusi eksternal. Kami ingin menggerakkan semangat itu,” jelasnya.
### Beragam Cabang Olahraga Memeriahkan Festival
Selama enam hari pelaksanaan, festival menampilkan berbagai cabang olahraga yang melibatkan seluruh unit dan fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kompetisi olahraga mencakup sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, atletik, pencak silat, dan basket 3-on-3.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Siti Nurhaliza, M.T., menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga dirancang untuk menciptakan kompetisi yang sehat sekaligus membangun kebersamaan antar unit. “Peserta dibagi ke dalam kelompok berdasarkan fakultas dan program studi. Ini tidak hanya tentang menang atau kalah, tetapi membangun solidaritas dan jiwa sportivitas di kalangan mahasiswa,” ujar Siti dalam sesi wawancara di kantor Kemahasiswaan pada 12 April 2026.
Turnamen sepak bola, menjadi puncak kompetisi olahraga, berlangsung pada 14-15 April 2026. Tim dari Fakultas Teknik berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan Fakultas Hukum dalam pertandingan final yang alot dengan skor 3-2. Kegembiraan mahasiswa Teknik terlihat dari perayaan meriah di lapangan utama kampus, diiringi chants dan dansa spontan yang meriahkan suasana.
Sementara itu, dalam cabang bola voli putri, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (FIPIPS) menunjukkan performa memukau dengan kolektivitas permainan yang solid. Pelatih mereka, Dina Kusuma, seorang mahasiswa tingkat akhir yang juga instruktur di klub voli Kendari, mengatakan bahwa persiapan intensif selama dua bulan membuahkan hasil. “Kami fokus pada strategi pertahanan dan koordinasi tim. Setiap pemain memahami peran mereka dengan baik. Juara atau bukan, kami bangga dengan performa ini,” ujar Dina dengan penuh percaya diri.
### Pertunjukan Seni Memukau Ribuan Penonton
Tidak kalah menarik adalah serangkaian pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan di auditorium seni kampus dan panggung utama. Acara seni mencakup tari tradisional Sulawesi, teater modern, fashion show, penampilan band mahasiswa, standup comedy, dan showcase talenta vokal.
Senin malam, 13 April 2026, auditorium penuh sesak dengan mahasiswa, dosen, dan undangan dari luar kampus. Pertunjukan dimulai dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang memukau mata. Kelompok Seni Budaya Universitas Muhammadiyah Kendari (SABUUMK) menampilkan gerakan yang elegan dengan kostum berwarna cerah, menghadirkan cerita-cerita rakyat lokal ke atas panggung.
Koordinator pertunjukan seni, Muh. Rafiq Pratama, mahasiswa Fakultas Seni dan Desain, mengungkapkan dedikasi dalam mempersiapkan setiap penampilan. “Kami melibatkan sekitar 120 mahasiswa dari berbagai latar belakang seni. Proses latihan dimulai tiga bulan sebelumnya. Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa mahasiswa universitas ini memiliki apresiasi terhadap seni dan budaya lokal, yang harus dilestarikan,” jelas Rafiq dengan antusiasme.
Highlight lain adalah pertunjukan teater modern yang mengangkat isu-isu sosial kontemporer. Kelompok teater Studio 45, yang terdiri dari 25 mahasiswa dari berbagai fakultas, melakonkan drama bertajuk “Suara dari Pabrik” yang menceritakan tentang aspirasi dan tantangan pekerja muda di era industri 4.0. Permainan akting yang natural dan penyutradaraan yang matang membuat penonton terpukau hingga akhir pertunjukan.
“Teater adalah sarana untuk berbicara tentang isu-isu yang sering kita abaikan. Melalui karya ini, kami ingin mengajak mahasiswa lain untuk lebih peduli terhadap realitas sosial sekitar kita,” ungkap Azura Putri, sutradara Studio 45, setelah pertunjukan berakhir di tengah sorak-sorai penonton.
### Fashion Show dan Kompetisi Kreatif
Fashion show yang menampilkan koleksi desainer muda dari Fakultas Seni dan Desain juga menjadi daya tarik utama festival. Sebanyak 45 mahasiswa desain menampilkan karya mereka yang terinspirasi dari kain tradisional Sulawesi, batik, dan motif-motif lokal dengan sentuhan kontemporer.
Salah satu desainer muda, Yusuf Al-Qadri, mahasiswa semester enam, menciptakan koleksi yang menggabungkan bahan kain tradisional dengan potongan fashion minimalis modern. “Saya ingin menunjukkan bahwa budaya lokal kita bisa berkompetisi di kancah fashion nasional. Desain kami tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai cerita yang mendalam,” jelasnya sambil mengawasi model yang akan tampil.
Pameran karya kreatif juga menampilkan hasil kerja mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari fotografi, lukisan, patung, hingga instalasi seni yang memanfaatkan bahan daur ulang. Tema pameran “Sulawesi dalam Perspektif Mahasiswa” mengundang refleksi mendalam tentang identitas budaya dan masa depan daerah.
### Dampak dan Manfaat Bagi Pengembangan Mahasiswa
Dr. Bambang Suwantoro, dalam kesempatan akhir acara, menekankan bahwa festival ini berdampak signifikan terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. “Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti ini menunjukkan peningkatan dalam kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Data dari Unit Informasi Beasiswa menunjukkan bahwa 85 persen mahasiswa yang aktif dalam organisasi dan kegiatan seni-budaya berhasil mendapatkan beasiswa dalam tiga tahun terakhir,” kata Bambang.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Agus Salim, M.Si., yang hadir pada acara penutupan, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan penyelenggaraan festival. “Kesuksesan festival ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan soft skills mahasiswa. Saya mengajak semua unit untuk terus mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Prof. Agus dalam sambutan menutup pada Selasa sore, 15 April 2026.
### Pesan Mahasiswa untuk Masa Depan
Kepemimpinan mahasiswa di festival ini menunjukkan kesiapan generasi muda dalam mengorganisir acara berskala besar. Ketua Panitia Festival Seni dan Olahraga 2026, Rahmatullah Hadian, mahasiswa tingkat akhir dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengungkapkan kepuasan atas terselenggaranya acara. “Kami belajar banyak tentang manajemen acara, kepemimpinan, dan koordinasi. Pengalaman ini sangat berharga untuk karir kami di masa depan. Semoga festival tahun depan bisa lebih besar dan lebih inklusif,” kata Rahmatullah.
Sementara itu, Maharani Azizah, mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Peserta Aktif, berbagi pengalaman positifnya mengikuti festival. “Saya ikut kompetisi tari tradisional dan berhasil masuk tiga besar. Meskipun tidak menang, saya merasa bangga telah menunjukkan kemampuan saya. Festival ini membuat saya lebih percaya diri untuk terus mengembangkan talenta seni saya,” ujarnya dengan senyuman penuh makna.
### Penutup
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari menutup tirai dengan kesuksesan besar. Acara yang melibatkan ribuan mahasiswa ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga platform apresiasi terhadap keanekaragaman talenta dan komitmen terhadap pengembangan holistik mahasiswa.
Unit Informasi Beasiswa, sebagai koordinator utama, telah membuktikan peran pentingnya dalam mendorong mahasiswa untuk mencapai prestasi di berbagai bidang. Kesuksesan festival ini diharapkan menjadi momentum awal bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan dukungan dari rektorat, akademisi, dan mahasiswa sendiri, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan integral setiap individu, tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai insan budaya dan atlet yang berkarakter. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 akan dikenang sebagai bukti nyata komitmen tersebut.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis dengan mempertimbangkan standar jurnalisme profesional dan fakta-fakta yang dibangun secara realistis untuk konteks Universitas Muhammadiyah Kendari. Data dan kutipan narasumber merupakan konstruksi fiktif untuk keperluan artikel berita.