Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan acara wisuda dan pelepasan mahasiswa angkatan 2022-2023 pada hari Minggu, 21 April 2026, di Aula Serba Guna Kampus Utama Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri sebanyak 315 lulusan dari berbagai program studi, keluarga besar mahasiswa, para dosen, dan unsur pimpinan universitas.
Perayaan wisuda tahun ini menjadi momentum spesial mengingat seluruh lulusan yang dilepas telah menjalani perjalanan akademis selama empat tahun dengan didampingi penuh oleh Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Unit yang berdiri sejak 2019 ini memastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal dari akses pendidikan berkualitas karena alasan finansial.
LATAR BELAKANG ACARA WISUDA
Acara wisuda Universitas Muhammadiyah Kendari tahun ini mengusung tema “Generasi Tercerahkan untuk Kendari yang Berkembang.” Tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademis tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap pembangunan daerah Sulawesi Tenggara.
Ketua Panitia Wisuda, Dr. Muh. Rifa’i, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa persiapan acara wisuda dimulai sejak tiga bulan sebelumnya dengan melibatkan berbagai departemen kampus. “Kami ingin acara ini menjadi penghormatan yang layak bagi para lulusan yang telah berjuang keras menyelesaikan studi mereka. Khususnya, kami ingin merayakan keberhasilan mahasiswa yang telah mendapatkan dukungan penuh dari Unit Informasi Beasiswa kami,” ujar Dr. Rifa’i saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 18 April 2026.
Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri adalah salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kendari dengan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kampus ini menawarkan 18 program studi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga pascasarjana, dengan fokus pada bidang teknik, kesehatan, pendidikan, dan ilmu sosial.
PERAN UNIT INFORMASI BEASISWA DALAM PERJALANAN AKADEMIS LULUSAN
Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memainkan peran krusial dalam memastikan aksesibilitas pendidikan bagi semua kalangan mahasiswa. Sejak didirikan enam tahun lalu, unit ini telah berhasil menghubungkan lebih dari 2.500 mahasiswa dengan berbagai sumber pendanaan akademis, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swasta, maupun sumber-sumber amal Islam yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Kepala Unit Informasi Beasiswa, Ibu Dwi Astuti Wijayanti, S.E., M.M., mengatakan bahwa dari 315 lulusan yang dilepas hari ini, sebanyak 287 orang atau 91 persen pernah menerima bantuan beasiswa dalam perjalanan akademis mereka. “Ini adalah angka yang sangat menggembirakan. Kami berusaha keras memastikan bahwa tidak ada mahasiswa berprestasi yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Dengan 315 lulusan berkualitas hari ini, kami telah berkontribusi nyata dalam menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ibu Dwi Astuti dalam wawancara eksklusif pada Sabtu, 20 April 2026.
Beasiswa yang didistribusikan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari sangat beragam. Program Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (BPPA) dari Kemendikbudristek memberikan dukungan kepada 156 mahasiswa berprestasi akademis. Kemudian, Beasiswa Bidikmisi dan sekarang dikenal sebagai Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan bantuan kepada 89 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, ada pula dukungan dari Beasiswa Penuh Muhammadiyah yang didanai dari Kantor Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Beasiswa dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mahasiswa lokal, dan berbagai beasiswa khusus dari perusahaan-perusahaan besar seperti PT Pertamina, PT Telekomunikasi Indonesia, dan Bank Mandiri. Total nilai beasiswa yang telah diakses oleh 315 lulusan ini mencapai Rp 12,7 miliar dalam empat tahun perjalanan akademis mereka.
PROFIL LULUSAN DAN PROGRAM STUDI
Dari 315 lulusan yang dilepas dalam acara wisuda 21 April 2026, distribusi per program studi menunjukkan keseimbangan yang baik antarfakultas. Fakultas Teknik melepas 98 lulusan, Fakultas Kesehatan melepas 76 lulusan, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial melepas 84 lulusan, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis melepas 57 lulusan.
Prestasi akademik lulusan tahun ini juga sangat mengesankan. Sebanyak 42 lulusan menyelesaikan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5, dengan pencapaian tertinggi diraih oleh Dewi Maharani dari Program Studi Teknik Informatika dengan IPK 3,89. Dewi, yang merupakan penerima Beasiswa Penuh Muhammadiyah, berhasil menggabungkan prestasi akademis dengan kegiatan kemasyarakatan selama menjadi mahasiswa.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan dukungan penuh dari Unit Informasi Beasiswa sehingga saya bisa fokus pada pembelajaran tanpa khawatir masalah finansial. Beasiswa yang saya terima tidak hanya membantu biaya kuliah, tetapi juga memberikan semangat untuk terus berprestasi,” ujar Dewi Maharani saat diminta komentar tentang pencapaiannya pada Minggu pagi, 21 April 2026, sebelum acara wisuda dimulai.
Selain Dewi, ada pula Muhammad Rizki dari Program Studi Teknik Sipil yang berhasil meraih IPK 3,87 sambil melakukan penelitian tentang desain jembatan tahan gempa untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Penelitian Rizki telah dipublikasikan di Jurnal Teknik Nasional dan menjadi rujukan bagi proyek infrastruktur di wilayah tersebut.
PERAN PIMPINAN UNIVERSITAS DAN KOMITMEN MASA DEPAN
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Hamdan, S.E., M.Si., dalam pidato penutup acara wisuda menekankan pentingnya peran alumni dalam pembangunan Kendari. “Para lulusan yang kami lepas hari ini adalah investasi terbaik bagi masa depan Sulawesi Tenggara. Mereka telah dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral yang kuat. Saya mengharapkan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Hamdan dalam pidato yang penuh semangat.
Prof. Hamdan juga menyampaikan komitmen universitas untuk terus meningkatkan program beasiswa di masa depan. “Tahun depan, kami merencanakan penambahan alokasi beasiswa sebesar 25 persen. Kami juga akan membuka program beasiswa khusus untuk mahasiswa dengan prestasi di bidang seni, olahraga, dan kewirausahaan, bukan hanya akademis saja,” tambah Prof. Hamdan.
Dalam hal ini, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Ir. Suripto, M.T., memberikan penjelasan detail tentang rencana pengembangan Unit Informasi Beasiswa ke depan. “Kami sedang mengembangkan sistem informasi terintegrasi yang memudahkan mahasiswa mencari informasi beasiswa secara real-time. Sistem ini akan diluncurkan pada awal tahun akademik 2026-2027. Kami juga merencanakan kerjasama dengan lebih banyak mitra industri untuk menciptakan skema beasiswa yang lebih beragam,” ujar Dr. Suripto.
DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI
Keberhasilan Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendistribusikan beasiswa kepada 315 lulusan tahun ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Kendari dan sekitarnya. Dengan 91 persen dari lulusan telah mendapatkan dukungan beasiswa, tingkat keterjangkauan pendidikan tinggi di universitas ini menjadi salah satu yang tertinggi di Kendari.
Penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki peluang 3,5 kali lebih besar untuk menyelesaikan studi tepat waktu dibandingkan mahasiswa yang tidak menerima beasiswa. Selain itu, tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga mahasiswa penerima beasiswa juga meningkat rata-rata sebesar 18 persen selama mahasiswa tersebut menjalani studi.
“Hal ini terjadi karena uang yang seharusnya digunakan untuk membiayai pendidikan anak bisa dialihkan untuk usaha atau investasi lainnya yang meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Dr. Kurniawan Mulyanto, Direktur LP2M, yang turut hadir dalam acara wisuda.
Dampak lainnya adalah peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi. Sebelum Unit Informasi Beasiswa berdiri, rata-rata jumlah mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kendari per tahunnya hanya 450 orang. Setelah unit ini berdiri, jumlah tersebut meningkat menjadi 750 orang per tahun. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan universitas dalam memberikan akses pendidikan yang terjangkau.
TESTIMONI DARI ALUMNI DAN KELUARGA
Orang tua dari Siti Nur Azizah, salah satu lulusan dari Program Studi Keperawatan, Bapak Ahmad Saputro, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan beasiswa yang diterima anaknya. “Saya hanya seorang petani dengan pendapatan terbatas. Tanpa adanya beasiswa dari pemerintah dan Muhammadiyah, saya tidak mungkin bisa menyekolahkan Azizah hingga jenjang pendidikan tinggi. Sekarang Azizah telah lulus dan siap bekerja. Semoga dia bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga kami,” ujar Bapak Ahmad Saputro dengan mata berkaca-kaca.
Siti Nur Azizah sendiri berencana untuk kembali ke desa asalnya dan membuka klinik kesehatan masyarakat. “Saya ingin memberikan kembali kepada masyarakat yang telah mendukung perjalanan akademis saya. Dengan pendidikan keperawatan yang saya miliki, saya bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan di desa,” ujar Azizah dengan penuh determinasi.
PENUTUP
Wisuda dan pelepasan 315 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 21 April 2026 menjadi bukti nyata dari komitmen institusi dalam menciptakan akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat. Dukungan penuh dari Unit Informasi Beasiswa telah memastikan bahwa lulusan tahun ini adalah representasi nyata dari generasi muda Kendari yang tercerahkan dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ke depannya, diharapkan Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari terus berinovasi dan memperluas jangkauan programnya sehingga semakin banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan untuk menuntut ilmu di pendidikan tinggi. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga menjadi lembaga pemberdayaan masyarakat yang nyata dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Para lulusan 2026 yang telah dilepas dengan penuh doa dan harapan ini, diharapkan dapat menjadi amalan yang bermanfaat bagi masyarakat Kendari dan Indonesia pada umumnya.