KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari bersama-sama dengan berbagai organisasi mahasiswa di kampus mengumumkan peluncuran program strategis bertajuk “Kendari Peduli” pada hari Sabtu, 19 April 2026. Inisiatif kolaboratif ini merupakan wujud komitmen mahasiswa untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Acara peluncuran program “Kendari Peduli” diselenggarakan di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi-organisasi independen lainnya. Suasana meriah dan penuh antusiasme mewarnai acara tersebut, mencerminkan dedikasi mahasiswa dalam mewujudkan misi sosial mereka.
Program “Kendari Peduli” dirancang dengan fokus pada tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam jangka pertama, program ini akan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi yang tersebar di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan dukungan unit informasi beasiswa dan berbagai departemen lainnya, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang kuat antara akademisi dan komunitas lokal.
“Kami memahami bahwa sebagai mahasiswa, tanggung jawab kami tidak hanya terbatas pada pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Program ‘Kendari Peduli’ adalah manifestasi dari nilai-nilai Muhammadiyah yang selalu mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan sambutan pembukaan acara.
### Komponen dan Target Program
Komponen pertama dari program “Kendari Peduli” adalah “Kendari Belajar,” sebuah inisiatif pendidikan yang menargetkan anak-anak kurang mampu di kelurahan-kelurahan sekitar kampus. Melalui program ini, mahasiswa akan memberikan layanan bimbingan belajar gratis di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama yang terpilih. Diperkirakan, program ini akan menjangkau sekitar 200 anak didik dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.
“Kami telah mengidentifikasi lima sekolah mitra di wilayah Kendari Barat dan Timur. Mahasiswa kami akan terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk memberikan les tambahan dalam mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, kami juga akan mengadakan workshop untuk meningkatkan literasi digital mereka,” jelas Siti Nurhaliza, Koordinator Program Kendari Belajar yang juga merupakan ketua HMPS Fakultas Pendidikan.
Komponen kedua, “Kendari Sehat,” fokus pada pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat. Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi, dan penyuluhan tentang pola hidup sehat. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali di klinik kesehatan dan balai-balai pengajian yang tersebar di berbagai kelurahan.
Sementara itu, komponen ketiga bernama “Kendari Mandiri” bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan. Program ini dirancang khusus untuk memberikan kursus gratis dalam bidang kerajinan, pertanian modern, dan e-commerce kepada kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pengangguran muda di Kendari. Mahasiswa dari berbagai program studi teknis akan menjadi fasilitator dalam kegiatan ini.
### Dukungan Institusional dan Kolaborasi
Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memainkan peran krusial dalam koordinasi administratif dan logistik program ini. Sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan informasi akademik dan non-akademik, mereka telah mempersiapkan database peserta dan sistem monitoring untuk memastikan keberlanjutan program.
“Unit Informasi Beasiswa kami melihat program ini sebagai bagian integral dari misi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” kata Budi Santoso, Kepala Unit Informasi Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif.
Lebih lanjut, Santoso menerangkan bahwa unit informasi beasiswa telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional program ini. Dukungan finansial ini akan dialokasikan untuk penyediaan sarana pembelajaran, transportasi mahasiswa, dan biaya logistik kegiatan. “Kami percaya bahwa investasi pada kegiatan sosial mahasiswa adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik,” tambah Santoso dengan penuh keyakinan.
Selain BEM dan Unit Informasi Beasiswa, program “Kendari Peduli” juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai organisasi eksternal. Kerjasama telah terjalin dengan Dinas Pendidikan Kota Kendari, Dinas Kesehatan, Koperasi Kecil dan Menengah, serta beberapa lembaga sosial lokal. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam mewujudkan target-target sosial.
### Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Antusiasme tinggi terlihat dari mahasiswa yang terlibat langsung dalam persiapan program ini. Wulandari Putri, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi yang menjadi bagian dari tim penggalangan dana, mengatakan bahwa “program ini memberikan kesempatan berharga bagi kami untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kampus ke dalam konteks nyata masyarakat.”
Sementara itu, Afandi Muhammad, seorang mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika, menyatakan antusiasmenya untuk terlibat dalam komponen “Kendari Mandiri.” “Saya senang bisa berbagi pengetahuan tentang e-commerce kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha mereka. Ini adalah cara kami untuk memberikan nilai tambah nyata,” ujar Afandi dengan semangat.
Tidak hanya mahasiswa dari kampus Kendari, program ini juga melibatkan mahasiswa dari luar wilayah yang secara aktif berpartisipasi melalui koordinasi virtual. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak mengenal batas geografis.
### Dampak yang Diharapkan dan Rencana Keberlanjutan
Program “Kendari Peduli” diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang terukur dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam aspek pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik anak-anak peserta program hingga 25 persen dalam satu tahun pertama. Di sektor kesehatan, target yang ingin dicapai adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat melalui pelayanan kesehatan yang telah dijangkau oleh lebih dari 1.000 peserta.
Sementara untuk komponen pemberdayaan ekonomi, program ini menargetkan untuk melatih minimal 300 peserta dengan tingkat keberhasilan usaha pasca-pelatihan sebesar 60 persen. “Kami yakin bahwa dengan fokus dan konsistensi, target-target ini bukan hanya mimpi tetapi realitas yang dapat dicapai,” tegas Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM.
Untuk memastikan keberlanjutan program, BEM dan organisasi mahasiswa telah menyusun rencana strategis jangka panjang. Program ini akan terus berjalan minimal hingga akhir tahun akademik 2026-2027, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan evaluasi hasil dan dukungan berkelanjutan dari pihak internal maupun eksternal.
“Kami juga berencana untuk membuat dokumentasi komprehensif dari semua kegiatan, baik dalam bentuk video, foto, maupun laporan narasi. Dokumentasi ini akan menjadi portofolio berharga yang dapat dijadikan referensi untuk program-program serupa di masa mendatang,” jelas Eka Surya Pratiwi, anggota BEM yang mengurus dokumentasi dan publikasi.
### Peran Media dan Publikasi
Untuk meningkatkan kesadaran publik tentang program “Kendari Peduli,” BEM telah mengaktifkan seluruh saluran komunikasi yang tersedia. Kampanye digital melalui media sosial resmi Universitas Muhammadiyah Kendari dan organisasi mahasiswa sudah diluncurkan dengan konten-konten menarik dan informatif. Setiap minggu, akan ada update mengenai progres kegiatan, cerita sukses peserta program, dan pembelajaran yang diperoleh oleh mahasiswa pelaksana.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip kami dalam menjalankan program ini. Kami akan secara rutin berbagi informasi kepada publik tentang apa yang telah dicapai, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana kami mengatasi hambatan tersebut,” kata Budi Santoso dengan menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka.
Selain itu, pihak kampus juga berencana untuk mengundang media massa lokal Kendari untuk meliput berbagai kegiatan program secara berkala. Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas program dan menginspirasi mahasiswa atau institusi lain untuk melakukan hal serupa.
### Penutup
Program “Kendari Peduli” yang diluncurkan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada hari Sabtu, 19 April 2026, merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan tiga pilar utama yaitu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi efektif antara institusi pendidikan dan komunitas lokal.
Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Unit Informasi Beasiswa, pimpinan kampus, dan berbagai lembaga eksternal, menciptakan fondasi yang kuat untuk kesuksesan program ini. Ke depannya, program “Kendari Peduli” diharapkan tidak hanya menjadi inisiatif mahasiswa semata, tetapi juga menjadi bagian integral dari misi sosial Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membangun masyarakat yang lebih baik, adil, dan sejahtera.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan dedikasi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari siap menulis cerita sukses baru dalam perjalanan mereka menuju menjadi intelektual muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa sosial tinggi dan peduli terhadap kemajuan masyarakat Kendari.